Mane Bocorkan Rahasia Tajamnya Lini Depan Liverpool

Mane Bocorkan Rahasia Tajamnya Lini Depan Liverpool

Bintang kelahiran Senegal, Sadio Mane, baru saja membocorkan sebuah rahasia besar perihak kesuksesan Liverpool di kancah domestik dan Eropa. Menurutnya, trio lini depan yang diisi, Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan dirinya adalah salah satu faktor ketajaman Liverpool ditakutkan.

Sejauh ini, trio Mane, Salah dan Firmino tercatat sudah menciptakan total 88 gol di semua kompetisi. Mane menambahkan jika hubungan harmonis yang terjadi antar pemain dan terlebih khusus kepada Salah, dan Firmino adalah kunci kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

“Menurut saya, satu kuncinya adalah berteman dekat satu sama lain. Saya selalu suka bermain bersama para pemain hebat ini karena kami saling mengerti dengan sangat baik. Kami mencoba bergerak satu sama lain. Lebih mudah bagi kami jika kami berlatih lebih dan mengenal lebih satu sama lain,” tutur Mane.

“Senang rasanya bermain bersama Mo dan Roberto di dekat saya. Selalu menyenangkan. Saya selalu senang memberi assist kepada teman saya. Anda bisa melihatnya di lapangan. Saya selalu mencari Mo dan Roberto dan mereka selalu mencari saya. Saya pikir ini menjadi salah satu kunci sukses kami.” Mane mengakhiri.

Kini Trio lini depan Liverpool tersebut tengah bersiap melanjutkan misinya di ajang Eropa, dimana AS Roma sudah menanti Liverpool di leg kedua babak semifinal Liga Champions.

Liverpool sendiri akan bertandang ke Olimpico dalam keunggulan agregat 5-2 usai menang di leg pertama kemarin. Setidaknya, Roma harus bisa mencetak tiga gol tanpa balas jika ingin melaju ke babak final.

Matthaus Ungkap Rahasia Bahwa Madrid Tak Pernah Inginkan Lewandowski

Transfer Lewandowski 2019

Kabar mengejutkan baru saja terjadi, dimana Real Madrid ternyata tidak benar-benar menginginkan servis penyerang andalan Bayern Muncneh, Robert Lewandowski. Pernyataan serius ini disampaikan langsung oleh mantan pemain Bayern Munchen, Lothar Matthaus.

Sudah dalam semusim penuh nama Lewandowski selalu menjadi target utama EL Real. Ketertarikan Madrid terhadap sang pemain kelahiran Polandia tersebut tak lepas dari situasi lini depan mereka, dimana Karim Benzeman dianggap sudah tidak layak mendampingi Cristiano Ronaldo dibarisan penyerangan.

Hasilnya, nama Lewandowski menjadi yang paling depan untuk menggantikan posisi pemain timnas Prancis tersebut. Adapun rumor ketertarikan Madrid terhadap Lewandowski masih terjadi hingga sekarang.

Sampai-sampai ada kabar burung yang menyebut jika Madrid tengah mempersiapkan berkas-berkas penawaran terhadap Munchen agar mau melepas sang pemain. Namun siapa sangka, Matthaus dengan berani membantah semua kabar tersebut, dan mengklaim Madrid tidak mengarah kepada Lewandowski.

“Berdasarkan informasi terpercaya yang saya dapat, Real Madrid tidak lagi tertarik terhadap Lewandowski,” cetus Matthaus kepada media.

Atas pengakuan itu, Matthaus menekankan kepada Lewandowski untuk tidak lagi berkeinginan hijrah ke Madrid musim depan. Matthaus lebih menekankan kepada sang pemain kelahiran Polandia tersebut untuk bisa lebih fokus ke leg kedua babak semifinal Liga Champions melawan Madrid.

“Berita yang saya dapat, Lewandowski sudah mulai malas latihan dan mungkin ini akan membuat sebuah perbedaan di pertandingan besar. Dia harus lebih fokus pada apa yang lebih penting, bukan soal kenaikan gajinya.” tutup Matthaus.

Tak Ada Yang Bisa Menghalangi Kepergian Lewandowski

Tak Ada Yang Bisa Menghalangi Kepergian Lewandowski

Konsistensi mempertahankan performa terbaiknya tengah membuat nama Robert Lewandowski tak pernah sepi peminat. Terbukti jika nama pemain Timnas Polandia ini kembali menjadi target utama dari klub raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid.

Mendengar desas desus berita ini, mantan pemain Bayern Munchen, Stefan Effenberg, ikut angkat suara dengan mengatakan bahwa klubnya tak akan bisa menghalangi kepergian striker Polandia tersebut.

Beberapa bulan terakhir ini, nama Robert Lewandowski selalu dikait-kaitkan dengan calon pengganti yang pas pada posisi penyerang Madrid, lebih tepatnya untuk menggantikan Karim Benzema di lini depan.

Meski sempat menyatakan klaim dengan menyebut tidak akan menjual Lewandowski. Namun, Effenberg meyakini bahwa Die Roten akan melepasnya di bursa transfer musim panas 2018 mendatang.

“Saya cukup mengerti jika dia juga dilirik oleh beberapa klub besar Inggris. Saat Robert bilang ingin pergi, klub akan membukakan pintu untuknya. Dia ingin memenangkan Liga Champions, dan di Bayern, dia punya setiap peluang untuk melakukannya,” demikian pernyataan Effenberg yang saat ini menjabat sebagai direktur olahraga Munchen.

Robert Lewandowski sendiri tercatat sebagai pemain baru Munchen yang tergabung pada musim 2014 dari Borussia Dortmund. Hingga saat ini, dirinya masih konsistensi menjebol gawang hingga sekarang. Di musim 2017/18 ini, dia telah mengoleksi total 39 gol dari 43 penampilannya dalam semua kompetisi.

Maka tak salah jika klub besar Eropa masih sangat tertarik dengan servisnya, namun bisa diprediksikan sebelum menentukan masa depannya dilevel klub. Pastinya Robert Lewandowski akan lebih dulu fokus bersama Timnas Polandia dalam target menembus perjalanan sejauh mungkin di Piala Dunia 2018 Rusia.

Serangan Brutal Tifosi Roma Terhadap Fans Liverpool Bikin Geram UEFA

Serangan Brutal Tifosi Roma Terhadap Fans Liverpool Bikin Geram UEFA

UEFA selaku federasi sepakbola Eropa merasa kecewa dan geram atas tindakan brutal tifosi AS Roma terhadap fans Liverpool dikalah persiapan leg pertama babak semifinal Liga Champions di Anfield tengah pekan kemarin.

Dipertandingan panas tersebut, Liverpool tampil bagai kesetanan, mereka berhasil menggebuk Roma dengan skor telak 5-2. Namun siapa sangka, jika kemenangan indah itu harus ternodai dengan aksi fans Roma sebelum pertandingan dimulai.

Berdasarkan informasi yang ada, beberapa tifosi tim dari Italia tersebut melakukan serangan terhadap pendukung Liverpool di sekitaran stadion Anfield. Dilanjutkan bahwa akibat penyerangan itu, seorang suporter Liverpool berusia 53 tahun terluka parah.

Disebutkan keadaan korban cukup parah sehingga harus ditangani oleh tim medis IGD. Sejauh ini, pihak kepolisian setempat sudah mengamankan dua orang suporter yang diduga melakukan aksi penyerangan itu.

Tuduhan sementara, para pelaku dikenakan pasal percobaan pembunuhan berencana. Mengatahui hal ini, pihak UEFA sangat mengecam aksi yang mereka sebut sangat brutal itu. Meski demikian, pihaknya belum berani mengeluarkan keputusan resmi sebelum benar-benar mendapatkan kepastian atas kasus tersebut.

“UEFA sangat terkejut dengan serangan brutal yang terjadi menjelang pertandingan Liverpool vs Roma dan kami mendoakan korban dan keluarganya. Para pelaku serangan memalukan ini tidak memiliki tempat di dalam dan di sekitar sepakbola dan kami percaya mereka akan ditangani dengan sangat tegas oleh pihak berwenang.”

“UEFA sedang menunggu untuk menerima laporan lengkap sebelum memutuskan atas tuduhan disipliner potensial.” demikian pesan UEFA dalam laman resmi terkait insiden tersebut.

kejadian ini juga memberikan keterbukaan bagi pikiran UEFA, dimana mereka juga memberikan peringatan kepada semua pendukung sepakbola benua Eropa. Jika nantinya akan berangkat ke Rusia untuk menyaksikan Piala Dunia, maka mereka wajib menjaga Fair Play  antar seluruh pendukung sepakbola dari berbagai penjuru dunia.

Performa Mane Dianggap Menurun, Rekan Liverpool Membela

Performa Mane Dianggap Menurun, Rekan Liverpool Membela

Performa Sadio Mane bersama Liverpool akhir-akhir ini mendapat banyak perhatian, dimana sang pemain jarang terlihat kembali mencetak gol gawang lawan baik dikompetisi lokal maupun interlokal. Meski demikian, rekan setim Liverpool tak sependapat akan hal tersebut dan tetap melihat Mane sebagai penyerang terbaik.

Salah satu yang paling mendukung Mane adalah Danny Ings yang secara terbuka menertawakan isu yang mengatakan performa Mane menurun. Mane saat ini memang tengah berjuang keras bersama Mohamed Salah dan Roberto Firmino dalam trio lini depan The Reds, di mana trio tersebut terus menerus meneror pertahanan lawan.

Dan jawaban atas kritik tersebut bisa dilihat ketika Mane berhasil membuat gol pembuka dalam kemenangan 3-0 atas Bournemouth pekan lalu yang kini membuat Mane telah membuat 17 gol, yang juga memperkuat statusnya sebagai pemain kelahiran Senegal dengan catatan gol terbanyak di Premier League.

Ings tak kuasa menahan sikapnya untuk memberikan banyak pujian kepada Mane dan merasa sangat kecewa jika ada yang mengukur kemampuan Mane dari segi peforma saja. Dan Ings pun percaya jika Mane akan membantu Liverpool mewujudkan ambisinya dimusim ini.

“Untuk siapa saja yang menyebut bahwa musim ini adalah musim ‘buruk’, itu sangat bagus! Tidak ada yang namanya musim buruk baginya, dia benar-benar brilian. Dia sangat tajam; ketika dia menghadapi siapa pun dalam situasi satu lawan satu, Anda akan menyukainnya dimana pun berada,” buka Ings.

Ings mengklaim jika mengkritik performa Mane bukan hanya dinilai dari soal gol dan assists karena sang pemain juga berperan penting dalam lancarnya rekening gol, dan pertahanan kuat Liverpool dimusim ini.

“Dia berlari, gerakannya cerdas dan membantu Robbo (Andy Robertson) bertahan) mereka adalah hal-hal yang terkadang tidak diperhatikan. Dari luar, itu tentang gol dan assists. Dia mendapatkan semua itu, semua tiga pemain depan kami melakukan itu. Tetapi ini adalah gerakan dan kecepatan yang lantas membuat saya tertarik.” tutup Ings.

Mane diharapkan akan kembali membuat penampilan terbaiknya dikala pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions tengah pekan ini, dimana Liverpool akan menjamu wakil Italia, Roma di Anfield Stadium. Ketika semua ini selesai, maka Mane akan kembali ke timnas Senegal dalam misi mencetak sejarah di Piala Dunia 2018.

Skuad Liverpool Pasang Badan Bantu Salah Raih Sepatu Emas

Skuad Liverpool Pasang Badan Bantu Salah Raih Sepatu Emas

Penyerang terbaik Mesir, Mohamed Salah sejauh ini sudah mencetak 30 gol di Premier League Inggris, dimana raihan gol ini masih bisa bertambah mengingat masih ada beberapa pertandingan lagi.

Catatan gol Salah sendiri hanya unggul empat angka dari gol Harry Kane yang baru mencatatkan 26 gol. Dan saat ini ada empat pertandingan sisa bagi kedua pemain itu untuk bersaing merebut penghargaan sepatu emas (Golden Boot).

Menariknya disini ketika Salah hanya tinggal membutuhkan satu gol lagi untuk mencapai rekor 31 gol dalam satu musim Premier League yang sebelumnya dipagang oleh Alan Shearer (95/96), Cristiano Ronaldo (07/08) dan Luis Suarez (13/14).

Perjuangan Salah dalam mencapai tujuan tentunya tidak berjalan sendirian, dikutip dari pernyataan pihak klub. Skuad Liverpool sudah siap pasang badan demi mensukseskan Salah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Premier League.

“Dengan melihat apa yang akan terjadi sepanjang musim ini, para pemain membantu saya untuk mencetak banyak gol sekarang, karena mereka tahu sekarang saya sedang memburu sepatu emas. Pada akhirnya ini memang penghargaan individu, tetapi itu juga membantu tim mendapat poin,” buka Salah.

“Kami bermain sangat baik sekali dan anda dapat melihat para fans sangat senang dan saya merasa puas karena itu, saya pikir melihat semua pemain ingin melihat saya mendapatkan sesuatu.”

Menyinggung peluang Salah menambah catatan gol di empat pertandingan sisa musim ini, pemain Mesir tersebut meyakini akan mendapat bantuan dari rekan setimnya di Liverpool.

“Masih ada empat pertandingan sisa, jadi ini sangat jelas, saya berjuang untuk sepatu emas. Pada awalnya saya berjuang untuk itu, tetapi ini selalu soal tim. Saya ingin mencetak gol untuk tim,” tutup Salah.